Ada pepatah mengatakan “jika sepasang kekasih telah ditakdirkan untuk bersama, sejauh apapun mereka pergi, pasti mereka akan tetap bersama lagi”. Mungkin itulah yang telah digariskan oleh Tuhan kepada gadis yang bernama Dea. Ia mempunyai kenangan cinta yang tak terlupakan.
Dulu
saat Dea kelas 1 SMP, dia mempunyai teman 1 kelas yang dia anggap aneh, teman 1
kelasnya itu bernama Yhogi, menurut Dea, Yhogi itu jarang berkomunikasi dengan
orang, dan cuek terhadap apa yang ada disekitarnya, termasuk Dea. Selama hampir
setahun sekelas mereka jarang sekali ngobrol, ataupun berdiskusi tentang
pelajaran. Sampai suatu saat tanpa ada angin, badai, atau apapun, mereka berdua
digosipin pacaran. “kok
bisa sih aku digosipin sama dia” protesnya pada salah satu temannya, dengan
nada kesal. Mulai detik itu Dea semakin kesal ketika melihat Yhogi.
Waktu
berjalan sangat cepat. Saat hampir kenaikan kelas 2, tiba-tiba Dea merasa
sedih, lalu teman dekatnya yang bernama Lisa mendekat “kenapa kamu malah
sedih??” , “aku takut kalo nantinya aku jadi gak sekelas sama Yhogi” katanya
dengan wajah sedih. “jangan-jangan kamu suka ya sama dia??” kata Lisa
menghibur, “entah lah” ia menghiraukan kata2 Lisa. Sesampainya di rumah,
Dea mengingat kata2 Lisa, “apa aku suka sama cwok cuek itu? Iih, masak iya
aku suka sama orang cuek kaya gitu??” katanya dalam hati menegaskan.
2
minggu tidak sekolah, membuat Dea rindu dengan suasana sekolah. Saat pembagian
kelas, Dea berharap sekelas lagi dengan Yhogi, tetapi kenyataannya, tidak
sesuai harapannya, ternyata dia tdak sekelas dengan Yhogi, bahkan jarak
kelasnya pun jauh, “yaahh gak mungkin bisa ketemu dia lagi donk”,
katanya sdih. Keesokkan harinya, di sekolah terdengar gosip bahwa Yhogi jadian
sama Vicka, Vicka adalah teman satu kelas Yhogi. Saat Dea mendengar gosip itu,
ia sangat marah. Pulang sekolah, dia mampir ke rumah Lisa dan menceritakan
semua yang ada dalam pikirannya, “tuuhh kan bener, kamu pasti suka sama
Yhogi, gak salah lagi dehh”, “masak sih, masak iya aku suka sama orang kaya
gitu?? Ga mau ah”, katanya, mengelak, “ya gitu tuh, kalo orang
lagi kasmaran, pinter banget klo ngeles” , “klo aku bener2 suka sama
dia, bantuin aku yaa??” dengan wajah yang merayu, “iyaa deh iya”
kata Lisa dengan senyum.
Seminggu
berlalu, tiba-tiba Dea dapet sms dari nomor yang belum diketahui,
ternyata itu adalah Yhogi, Dea pun langsung meluncur ke rumah Lisa, dan ngasih
tau sms dari Yhogi yang isinya dia minta maaf kalau selama ini dia cuek
sama Dea hingga buat Dea dulu sempat kesal. Dea pun dengan senang hati
memaafkan Yhogi. Hampir seminggu mereka saling sms.an dan telfon, sampai
suatu hari Yhogi mengatakan kalau dia suka sama Dea. Dea sempat tak percaya,
dan berkali-kali menanyakan apa dia benar mengatakan itu, tapi berkali-kali
pula Yhogi meyakinkan Dea. Dan akhirnya Dea menerima Yhogi.
Hampir
2bulan berlalu, Dea merasa naik darah, dengan Yhogi, karena sifatnya yang cuek,
dengan apa yang dilakukan Dea. Lalu mereka mengakhiri hubungan mereka. Sampai
suatu hari, Dea kenal seseorang yang juga satu sekolah dengannya, namanya
Revan, Dea selalu merasa seneng kalau lagi lihat Revan, begitu pula sebaliknya dengan Revan, lalu tanpa
sepengetahuan Dea, ternyata Lisa teman dekatnya, punya pacar, dan pacarnya itu
adalah teman dekat Revan. Lisa mengetahui kalau Dea suka sama Revan, Lisa
berencana nyomblangin Dea sama Revan. Dan beberapa minggu kemudian,
rencana Lisa itu akan benar-benar terjadi, saat pulang sekolah, Revan
benar-benar nembak Dea. Saat itu Dea senang dengar ucapan dari Revan,
tetapi Dea merasa bimbang, dia teringat Yhogi, dia berharap Yhogi yang akan
datang dan bicara seperti itu kepada dirinya. “sudahlah itu tidak mungkin
terjadi”, katanya dalam hati. Tak lama, Dea memutuskan untuk menerima Revan.
Seiring
berjalannya waktu, perlahan, semua berubah, hubungan mereka tidak
berjalan dengan menyenangkan, hampir setiap hari mereka bertengkar dan
selalu bertengkar. Semakin lama Dea geram dengan sifat Revan yang selalu
menganggap Dea itu serba salah dan selalu mengatur2 dirinya. Dea pun meminta
putus. Malamnya, Dea teringat dengan Yhogi, “kenapa aku selalu mengingat
kamu saat aku senang atau pun sedih, aku rindu kamu” gumamnya dalam hati.
Waktu telah berlalu, tak terasa kini Dea sudah
duduk di kelas 3 SMP. Apa yang dirasakan Dea, juga dirasakan oleh Yhogi, hampir
setengah tahun, Yhogi tetap tidak bisa melupakan Dea, karena Dea adalah
satu2nya wanita, yang bisa meluluhkannya. Dia benar2 sakit hati saat tau kalau
Dea pacaran sama Revan.
Suatu
hari, saat Dea terdiam sendiri di kelas, “Yhogi, aku berharap saat aku sendiri, kamu datang, dan meminta aku untuk
jadi orang yang spesial di hatimu lagi......” doanya dalam hati, belum
sampai selesai, tiba-tiba Lisa datang, dan mengajaknya ke perpustakaan untuk meminjam
buku. “aku lagi males Lis... besok aja deh”, dengan wajah layu. Tanpa
mendengar perkataan Dea, Lisa pun langsung menarik tangan Dea, dan membawanya
ke perpustakaan. Saat masih berada di depan pintu, mata Dea beralih ke
seseorang yang memberinya senyum manis dari jauh, dia adalah Rio, kakak kelas
yang jadi idam-idaman semua cewek yang ada di sekolahnya, tiba-tiba Rio
mendekat “haii... aku boleh minta no.hp kamu??” tanyanya dengan senyum, tanpa
ada jawaban dari Dea, Dea pun tiba-tiba pergi. Rio mengejar Dea sampai di
kelasnya. Rio tetap memaksa Dea untuk mengatakan sesuatu,namun itu semua gagal.
Dea tetap tidak mau berbicara pada Rio. Esoknya, Rio mendatangi Dea, dan
mengatakan bahwa dia suka terhadap Dea. Saat mendengar itu Dea terkejut, “tidak,
aku harus menjaga hatiku untuk Yhogi” katanya. Dengan diamya Dea, Rio tau
itu pertanda Dea tidak menyukainya.
Beberapa
bulan kemudian tiba-tiba Dea mendapat telfon, seseorang itu mengatakan “aku
rindu kamu, aku ingin bersamamu lagi, aku akan temui kamu besok, di rumahmu” ,
ia tau itu pasti Yhogi, dia tidak sabar untuk menunggu hari esok. Ternyata apa
yang Dea katakannya benar, itu Yhogi, “aku ingin, kamu isi hari-hari ku
lagi,??”. Dea menjawab,“akhirnya, kamu kembali padaku sayang”................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar